TUGAS II
KEBUDAYAAN
DAERAH JAWA BARAT
Indonesia
memiliki beragam suku bangsa, bahasa dan budaya. Salah satunya kebudayaan jawa
barat ini. Jawa barat terkenal dengan budaya sunda, tarian jaipongnya
yang sudah terkenal dan wayang goleknya yang unik dan mengagumkan, dan yang
tidak kalah mengagumkan adalah angklung, merupakan alat musik yang terbuat dari
bambu yang menghasilkan suara khas yang tiada bandingannya dan hanya
indonesialah yang memiliki alat musik ini,semua ini adalah ciri khas jawa
barat.
Kebudayaan
Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang
menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia
yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan.
Kebudayaan-kebudayaan tersebut akan dijabarkan sebagai
berikut: SISTEM KEPERCAYAAN Hampir semua orang
Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak beragama
Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten
Tetapi juga ada yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha.Selatan.
Praktek-praktek sinkretisme dan mistik masih dilakukan.
Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda
ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam
semesta.Keseimbangan magis dipertahankan dengan
upacara-upacara adat, sedangkan keseimbangan sosial
dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong
royong).Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun
Lutung Kasarung, salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya
adanya Allah yang Tunggal (GuriangTunggal) yang menitiskan
sebagian kecil diriNya ke dalam dunia untuk
memelihara kehidupan manusia (titisan Allah ini disebut Dewata). Ini
mungkin bisa menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik
kepada mereka.
Dan ini
macam-macam dan penjelasan kebudayaan jawa barat:
Tari merak
Tarian
ini bercerita tentang pesona merak jantan yang terkenal pesolek untuk menarik
hati sangbetina.Sang jantan akan menampilkan keindahan bulu ekornya yang
panjang dan berwarna-warni untuk menarik hati sang betina. Gerak gerik sang
jantan yang tampak seperti tarian yang gemulai untuk menampilkan pesona dirinya
yang terbaik sehingga sang betina terpesona dan melanjutkan ritual perkawinan
mereka.Setiap gerakan penuh makna ceria dan gembira, sehingga tarian ini kerap
digunakan sebagai tarian persembahan bagi tamu atau menyambut pengantin pria
menuju pelaminan.Kostumnya yang berwarna warni dengan aksen khas burung merak
dan ciri khas yang paling dominan adalah sayapnya dipenuhi dengan payet yang
bisa dibentangkan oleh sang penari dengan satu gerakan yang anggun menambah
indah pesona tarian ini, serta mahkota yang berhiaskan kepala burung merak yang
disebut singer yg akan bergoyang setiap penari menggerakkan kepalanya.Dalam setiap acara
tari Merak paling sering ditampilkan terutama untuk menyambut tamu agung atau
untuk memperkenalkan budaya Indonesia terutama budaya Pasundan ke tingkat
Internasional.
Tari jaipongan

Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka
budaya yang unik dan menarik,Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang
terkenal dari daerah ini. Jaipongan atauTari Jaipong sebetulnya merupakan
tarian yang sudah moderen karena merupakanmodifikasi atau pengembangan dari
tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.TariJaipong ini dibawakan dengan
iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik inimerupakan kumpulan beragam
alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb.Degung bisa diibaratkan
‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari TariJaipong ini adalah
musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling
menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan
atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering
dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.Danmasih banyak tarian
lainnya yg berasal dari tanah sunda/jawa barat.
ANGKLUNG
Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari
bambu khusus, yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938.
Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal
atau tradisional. Namun karena bunyi-bunyian yang ditimbulkannya sangat merdu
dan juga memiliki kandungan lokal dan internasional seperti bunyi yang
bertangga nada duremi fa so la si du dan daminatilada, maka angklung pun cepat
berkembang, tidak saja dipertunjukan lokal tapi juga dipertunjukan regional,
nasional dan internasional. Bahkan konon khabarnya pertunjukan angklung pernah
digelar dihadapan Para pemimpin Negara pada Konferensi Asia Afika di Gedung
Merdeka Bandung tahun 1955.Jumlah pemain angklung bisa dimainkan oleh sampai 50
orang, bahkan sampai 100 orang dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya
seperti; piano, organ, gitar, drum, dan lain-lain. Selain sebagai alat
kesenian, angklung juga bisa digunakan sebagai suvenir atau buah tangan setelah
dihiasi berbagai asesoris lainnya.
Wayang golek
Jepang boleh terkenal dengan ‘Boneka
Jepangnya’, maka tanah Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang
Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan
oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian
dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti
halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek
biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya.
Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada
malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga
pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara
kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak
diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti
Ramayana atau Perang Baratayudha.
Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama
dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala
dan Cepot.Tokoh-tokoh ini digemari
karena mereka merupakan tokoh yang
selalu memerankan peran lucu (seperti
pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh
tersebut dengan variasi yang sangat menarik.
SENI MUSIK DAN SUARA
Selain seni tari, tanah Sunda juga
terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang
penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas.
Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden.Tidak sembarangan
orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya
cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.Dibawah ini salah salah satu musik/lagu
daerah Sunda :
- Bubuy
Bulan
- Es Lilin
- Manuk
Dadali
- Tokecang
- Warung
Pojo
KUDA RENGGONG
Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah
salah satu jenis kesenian helaran yang terdapat diKabupaten Sumedang,
Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di
hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut,Budak
sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru
pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.
SISINGAAN
Sisingaan adalah suatu kesenian khas masyarakat Sunda
(Jawa Barat) yang menampilkan 2-4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya
sambil menari. Di atas boneka singa yang diusung itu biasanya duduk seorang
anak yang akan dikhitan atau seorang tokoh masyarakat. Ada beberapa versi
tentang asal-usul kesenian yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat
Jawa Barat ini. Versi pertama mengatakan bahwa sisingaan muncul sekitar tahun
70-an. Waktu itu di anjungan Jawa Barat di TMII ditampilkan kesenian gotong
singa atau sisingaan yang bentuknya masih sederhana. Dan, dari penampilan di
anjungan Jawa Barat itulah kemudian kesenian sisingaan menjadi dikenal oleh
masyarakat hingga saat ini.
RENGKONG
Rengkong adalah salah satu kesenian
tradisional yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun
1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orangyang pertama kali memunculkan dan
mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata
cara masyarakat sunda dahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya.
UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA
Adat Sunda merupakan salah satu
pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Khususnya mempelai yang
berasal dari Sunda. Adapun rangkaian acaranya dapat dilihat berikut ini.
Nendeun Omong, yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat
mempersunting seorang gadis.Lamaran. Dilaksanakan orang tua calon pengantin
beserta keluarga dekat. Disertai seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin
upacara. Bawa lamareun atau sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian
wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Cincin tidak mutlak harus dibawa. Jika
dibawa, bisanya berupa cincing meneng, melambangkan kemantapan dan
keabadian.Tunangan. Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu penyerahan ikat
pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.Seserahan (3 – 7 hari sebelum
pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga,
perabot dapur, makanan, dan lain-lain. Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika
ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum
akad nikah.)Dipimpin pengeuyeuk.Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar
meminta ijin dan doa restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat
melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten,
pangradinan dan sebagainya.Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeuk Disawer beras,
agar hidup sejahtera.dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk
kasih sayang dan giat bekerja.Membuka kain putih penutup pengeuyeuk.
Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum
ternoda.Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria).
Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.Menumbukkan
alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).Membuat
lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu
memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para
tamuyang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan
dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan.Berebut uang di bawah tikar
sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang
keluarga.Upacara Prosesi Pernikahan
Penjemputan calon pengantin pria, oleh utusan dari pihak wanita
Ngabageakeun,
ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada
calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin
wanita untuk masuk menuju pelaminan.Akad nikah, petugas KUA, para saksi,
pengantin pria sudah berada di tempat nikah.Kedua orang tua menjemput pengantin
wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan
dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insane yang masih
murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat
nikah.Sungkeman,Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.Saweran,
kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer
dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua
pengantin dipayungi payung besar
diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung.Meuleum harupat,
pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram kan
kepengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.
Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas
kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap dengan pengantin wanitanya.Buka
pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun
bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan,
pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan.
Jadi Suku
Sunda merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. Suku Sunda memiliki
kharakteristik yang unik yang membedakannya dengan masyarakat suku
lain.Kekharakteristikannya itu tercermin dari kebudayaan yang dimilikinya baik
dari segi agama, bahasa, kesenian, adat istiadat, mata pencaharian, dan lain
sebagainya.Kebudayaan yang dimiliki suku Sunda ini menjadi salah satu kekayaan
yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang perlu dan tetap harus dijaga
kelestariannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar