1. Jepang
Jepang merupakan salah satu pasar yang cukup ‘dewasa’ dan
berpengaruh di kawasan ini. Pusat segala aktivitasnya berada di Tokyo. Tapi
masa dimana perusahaan besar seperti Hitachi, Sony, Fujitsu, and Panasonic
muncul sebagai bintang baru telah berlalu, dan sekarang banyak muncul
perusahaan baru seperti GREE, DeNA, dan Rakuten yang mulai berpengaruh dan
bergerak secara global. Kalau kalian ingin mendapatkan gambaran singkat
ekosistem startup Jepang, silakan kunjungi situs rekan kami di TheBridge dan
Anda akan melihat ekosistem bisnis, VC, dan inkubator yang segar.
Selain
kesuksesan besar dari startupnya, sistem pendidikan di Jepang sangat mendukung,
dengan adanya inkubator seperti Open Network Lab. Anda dapat melihat daftar
lengkap inkubator dan akselerator di Jepang di sini.
Di
sisi lain, masalah yang dihadapi startup Jepang cukup sulit: kultur yang
berisiko rendah, harga sewa yang mahal, dan ekosistem yang kecil. Tapi terlepas
dari hal ini, Jepang mendapat kesuksesan besar dan pemerintahnya sangat
mendukung startup dengan membantu menyediakan inkubator yang jumlahnya sekitar
300 di seluruh negara ini.
2.
Korea Selatan
Ekosistem startup Korea Selatan
telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam lima tahun terakhir, tidak
hanya bagi perusahaan tapi juga akselerator dan VC. Melihat sekilas ekosistem
startup di negara ini, ada dua alasan utama yang mendorong pertumbuhan
tersebut.
Pertama, bermunculannya startup yang sukses telah menarik
perhatian masyarakat dan menginspirasi entrepreneur muda. Forbes membuat daftar
orang terkaya di Korea, dan daftar tersebut kebanyakan didominasi oleh founder
perusahaan game miliaran dollar. Perusahaan seperti TicketMonster, Kakao
(pembuat KakaoTalk) dan Coupang telah menunjukkan kekuatan tidak hanya dalam
segi finansial, tapi juga menembus segmen masyarakat yang lebih luas dengan
produk mereka. Tahun lalu, pengaruh komunitas startup semakin melekat di benak
publik ketika Ahn Chul Soo, pendiri perusahaan anti-virus Ahnlab, ingin
menduduki kursi tertinggi pemerintahan.
Kedua, pemerintah Korea telah menunjukkan dukungan yang
luar biasa kepada komunitas startup, sebuah tren yang tampaknya akan terus
berlanjut setelah pemilihan presiden baru-baru ini. Ahn pada akhirnya kalah,
dan Korea memilih presiden perempuan pertamanya, Park Geun Hye, yang berjanji
meningkatkan pendanaan perusahaan dalam kampanyenya.
Takut gagal dan karakteristik budaya lain di perusahaan
Korea bisa menjadi hambatan untuk berkembang secara global, dan ini menjadi
tantangan bagi startup Korea. Tapi konglomerat seperti Samsung, perusahaan game
seperti Nexon, dan band K-pop seperti Big Bang telah mengalami hambatan serupa
sebelum akhirnya berhasil memperkenalkan nama Korea di seluruh dunia. Dengan
adanya startup yang sukses dan dukungan dari pemerintah, kita bisa melihat hal
yang sama juga akan terjadi pada para founder startup.
3.
Malaysia
Dengan adanya usaha yang dilakukan pemerintah Malaysia di
bawah Barisan Nasional untuk bersama-sama mendorong Malaysia sebagai negara
yang memiliki pendapatan tinggi, teknologi akan berperan penting di Economic
Transformation Program (ETP) yang dicanangkan oleh PM keenam Malaysia, Najib
Razak. Dalam
beberapa tahun terakhir ini, startup telah menerima bantuan pendanaan yang
tersedia melalui banyak skema yang dibuat oleh agensi pemerintahan dan juga VC
swasta. Salah satu contohnya adalah dana Cradle, dimana bantuan disediakan
melalui dana komersialisasi yang disalurkan ke program technopreneur program
mentor. Ada juga program untuk UKM yang menyediakan dana yang cocok, selain
dana tahap tahap awal yang konvensional.
Selain
dana tahap awal yang konvensional, kompetisi developer juga dibuat, dimana
teknopreneur akan beradu satu sama lain dan ide dan konsep yang menang akan
menerima dana dan kontrak dari perusahaan teknologi tertentu. Pada dasarnya,
kompetisi ini mirip dengan hackathon plus inkubasi. Kompetisi ini dilakukan
dengan banyak universitas yang menyediakan fasilitas bagi startup yang
berminat. Dulunya, korporasi dan perusahaan telekomunikasilah yang
menyelenggarakan acara ini.
Salah
satu dari banyak startup sukses terbaru di Malaysia adalah TeratoTech yang
memenangkan banyak penghargaan untuk desain dan spesialisasi aplikasi mobile
untuk iOS dan Android.
Secara
keseluruhan, ekosistem startup di negara ini cukup menjanjikan dengan bantuan
yang tersedia bagi teknopreneur yang ingin menjadikan Malaysia sebagai tempat
masa depannya.
Sumber:


